Kumpulan Foto Chika Telanjang Bugil Cewek ABG Indonesia yang Menghebohkan Dunia Maya
Foto Telanjang Bispak Cewek Kampus Universitas Trisakti Grogol jakarta barat
Foto Hot Bugil Tante girang Dikamar Mandi Sambil Merokok
Janda Putih Sexy Montok Ngentot Dalam Mobil
Inilah Aplikasi Mesin Waktu Pembawa ke Masa Lalu
Bagi mereka yang pernah mengunjungi monumen atau lanskap tertentu dan membayangkan rupa tempat itu 100 atau berapa tahun lalu, kini bisa menggunakan mesin waktu ini.
Kini terdapat aplikasi yang bisa membawa Anda kembali ke masa lalu untuk melihat rupa Tembok Raksasa China atau Grand Canyon Amerika Serikat (AS) sebelum seperti saat ini. Aplikasi iOS dan Android ini bernama Historypin.
Melalui aplikasi ini, pengguna akan disuguhi koleksi memori mengenai lokasi tersebut dengan mengandalkan orang lain yang telah mendigitalisasi foto lama dan media lain tempat itu bersamaan koleksi masa lalunya sendiri.
Dipadukdan dengan gambar dan memori modern, aplikasi ini menciptakan sebuah cerita dari satu tempat yang bisa dinikmati orang. Karena kemampuannya, aplikasi ini dijuluki ‘mesin waktu yang ada di saku’.
“Aplikasi ini mendorong orang menciptakan wes sejarah manusia,” ujar kepala eksekutif perusahaan pembuat aplikasi We Are What We Do tersebut, Nick Stanhope seperti dilaporkan Strait Times.
Misteri Gumpalan Aneh Setelah Badai AS Terpecahkan
Gumpalan abu-abu misterius muncul tersapu ombak di pantai timur Amerika Serikat (AS). Gumpalan-gumpalan misterius ini muncul setelah badai Irene menerjang AS.
Para saksi melaporkan, gumpalan misterius yang ditemukan di Virginia hingga Long Island, New York ini memiliki ‘ukuran beragam’ dengan ukuran terkecil sebesar bola kasti. Tekstur gumpalan ini mulai dari ‘seperti karet atau kulit’.
Tak lama, profesor Emmett Duffy dari Virginia Institute of Marine Science muncul dengan penjelasan sederhana mengenai obyek misterius itu. “Gumpalan itu adalah spons kentang,” ujarnya seperti dikutip Sott.
Gelombang besar dan arus kuat seperti yang dihasilkan b
adai mampu memindahkan spons yang menempel kuat di dasar laut oleh jaringan serat protein dalam jumlah besar dan membebaskannya mengambang di permukaan dan terdampar di pesisir pantai.
Untungnya, menurut ilmuwan VIMS ini, spons ini tak beracun. Meski begitu, ia menyarankan agar orang tak menyentuhnya karena bisa membuat iritasi kulit dan mata.




























